TIPS BERKENDARA MOTOR YANG AMAN

Posted: Februari 17, 2013 in RIDING TIPS

Mas bro & Mba Sis semua, walaupun kita udah bertahun-tahun “nyemplak” motor, ada baiknya kita juga tahu detail-detail dari teori pengereman sepeda motor. Berikut ini adalah tips dan teknik pengereman yang aman serta mengatur jarak aman dalam berkendaraan.

TIPS PENGEREMAN (BRAKING TIPS)Image

Saat melakukan pengereman, ada hal-hal yang harus dilakukan. Perhatikan kondisi lalu lintas dan permukaan jalan di sekitar Anda. Tutup gas, tarik tuas rem depan dan tekan pedal rem belakang, bisa juga sambil menurunkan gigi (engine brake) yang dilakukan secara mulus sehingga sepeda motor berhenti.

Rem sepeda motor dibagi menjadi tiga:
1. Rem depan yang difungsikan oleh tangan.
2. Rem belakang yang difungsikan oleh kaki (khusus scooter otomatis, rem belakang difungsikan

    oleh tangan)

 3. Engine brake: mengurangi kecepatan kendaraan dengan cara menurunkan persneling secara

     Bertahap (berlaku bagi motor dengan sistim kopling)

 

Kombinasi penggunaan ketiga jenis rem sepeda motor ini harus sesuai waktu dan tempatnya. Khusus sepeda motor dengan kopling manual, harus menarik tuas kopling sesaat sebelum sepeda motor berhenti.

Mengerem Pada Situasi Tertentu
Pada umumnya, sepeda motor memiliki rem depan dan rem belakang yang bergerak secara independen.

Tips pengereman
1. Pada dasarnya rem depan dan rem belakang difungsikan bersama-sama.
2. Rem depan lebih pakem dari rem belakang sehingga sepeda motor bisa dihentikan dengan jarak lebih singkat. Tetapi bila menarik tuas rem depan terlalu kuat, motor bisa terjungkal. Rem depan memiliki porsi 70% dari penghentian kendaraan.
3. Rem belakang tidak sepakem rem depan sehingga sepeda motor butuh jarak lebih jauh untuk berhenti.
4. Engine brake sendiri efektif dalam kondisi permukaan jalan licin atau jalan menurun.  (Pengendara yang bisa mengontrol hatinya, bisa mengontrol kendaraannya).

Pengereman Saat Berboncengan
Bila pengendara mengerem mendadak, akibatnya pembonceng terdorong ke depan dan mengganggu gerakan pengendara. Pembonceng harus merapatkan dengkulnya dan menekan kaki ke pijakan supaya tubuh pembonceng tidak terlalu membebani pengendara.

Image

Tips pengereman
1. Pertama-tama jalankan sepeda motor dalam keadaan lurus. Kemudian tekan tuas rem.
2. Rem depan dan belakang difungsikan bersamaan.
3. Hindari rem dengan mendadak.
4. Tekan pedal rem belakang berkali-kali untuk memberi isyarat kendaraan yang berada di belakang.
5. Sesaat sebelum sepeda motor berhenti, tekan tuas kopling (khusus motor kopling manual).

Mari manfaatkan tiga jenis pengereman secara maksimal, tujuannya adalah:
1. Hindari mengerem ketika sedang menikung. Rem-lah sebelum memasuki tikungan
2. Di jalan basah, permukaan jalan sangat licin sehingga kendaraan yang di rem membutuhkan jarak yang jauh untuk bisa berhenti. Oleh karena itu harap berkecepatan rendah di jalan basah.

TIPS MENGATUR JARAK AMAN BERKENDARAAN

Apa sih JARAK AMAN itu ? Apa perlunya jaga jarak aman di tengah padatnya lalu lintas ibukota ? Di luar kondisi yang padat tentunya menjaga jarak aman antar kendaraan adalah hal penting. Tanpa jarak aman kita sebagai pengendara bisa saja terlibat dalam sebuah kecelakaan. Dalam setiap sesi teori dari program RIDE LIKE A MASTER dan CRASH FREE DRIVING JDDC tips dan trik penghitungan jaga jarak aman ini selalu di utarakan pada setiap peserta agar pada kegiatannya di jalan raya nanti pengendara bisa menjadi pengendara yang defensif dan jauh dari resiko bahaya.

Kenapa penting? Karena tanpa jaga jarak akan terjadi :

* Tidak ada ruang untuk bermanuver,
* Tidak ada ruang untuk kendaraan merespon situasi di depan.

Hitunglah dua detik secara umum antara reaksi manusia dan reaksi mekanikal. Tubuh akan spontan melakukan respon jika sudah membaca bahaya. Penafsirannya pun tergantung kebiasaan pengendara. Ada yang spontan bersikap defensif karena terbiasa melakukan antisipasi sejak jauh. Ada yang secara spontan terbawa refleks tak sadar yang justru mungkin membawanya ke situasi kecelakaan.

Di tengah padatnya ruang antar kendaraan tentunya kita masih dapat membuat jarak aman, bahkan pada kemacetan sekalipun. Frase JAGA JARAK AMAN 2 DETIK tentunya pernah kita dengar. Lalu bagaimana kita tahu jarak 2 detik itu di implementasikan di jalan?

Berikut tips sederhana menghitung jarak 2 detik di jalan raya :

* Samakan kecepatan kendaraan kita dengan kendaraan di depan. Kecepatan yang sama di ketahui melalui tidak berubahnya jarak kita dengan kendaraan di depan,
* Ambil salah satu benda statis di pinggir jalan sebagai patokan menghitung, misal : pohon, tiang listrik atau rambu-rambu jalan,
* Begitu badan kendaraan di depan melewati benda statis patokan tadi lalu mulailah menghitung : SATU DAN SATU, SATU DAN DUA, kata-kata tersebut sebagai pengganti hitungan detik demi detik,
* Hitung terus hingga badan kendaraan kita melewati benda statis patokan tadi, jika yang terhitung lebih dari DUA maka hitungan jarak aman terbilang cukup. Cukup waktu untuk merespon bahaya. Cukup waktu untuk melakukan manuver.
* Ingat, pengereman tidak bersifat langsung dan membuat kendaraan berhenti. Rem memerlukan waktu untuk benar-benar berhenti.

Menghitung jarak aman ini bisa dilakukan di mana saja, dan dapat diaplikasikan kapan saja. Setiap kita bergerak waspadai setiap jengkal jarak kita dengan kendaraan lain di depan. Pada situasi padat di kemacetan hindari ban depan terlalu menempel mendekat kendaraan di depan. Biarkan mata dapat melihat jelas ban belakang secara utuh agar jika terjadi sesuatu maka kita masih sempat melakukan pergantian jalur atau bermanuver.

Image

 Berikut tahapan Tips Aman Berkendara Sepeda Motor:

1. Jika sepeda motor disandarkan oleh standar pinggir (standar miring), janganlah duduk terlebih dahulu melainkan bebaskan terlebih standar miring terlebih dahulu dengan menggunakan kaki kiri.

2. Bila kendaraan anda distandar dua, untuk melepaskannya gunakanlah kaki kiri untuk membebaskannya.

3. Setelah anda telah siap mengemudi, pastikan keadaan di sebelah kanan anda aman dengan menolehkan kepala kesisi kanan kebelakang, setelah aman barulah anda bisa mulai mengendarai motor anda.

4. Di saat Anda melakukan perjalanan maka pastikan empat jari kanan dan kiri Anda telah berada dituas rem depan dan kopling (jika terdapat kopling).

5. Di saat anda ingin melakukan pemberhentian utamakanlah rem depan di saat anda ingin menghentikan kendaraan, karena beban berat anda akan berada di depan dan ini membuat anda lebih cepat berhenti.

Cara melakukan pengereman depan yang baik adalah dengan meremas secara perlahan yang diawali jari kelingking dan diakhiri jari telunjuk, tidak dengan menekan secara bersamaan & tiba-tiba, karena hal ini berpotensi justru membuat kita celaka (terbalik) karena motor di rem dengan tiba-tiba.

6. Namun anda juga tidak lupa untuk menggunakan rem belakang dalam melakukan pemberhentian. Akan tetapi rem ini dipergunakan hanya sebagai penyeimbang rem depan saja agar tidak terjatuh.

7. Setelah kendaraan sudah mulai berhenti barulah anda menarik kopling dengan cara meremasnya pula. Hal ini pun bertujuan agar mesin kendaraan tidak mati.

8. Selanjutnya apabila kendaraan sudah ingin berhenti, maka siapkan kaki kiri anda untuk menjadi pijakan anda. Dan setelah itu barulah anda melakukan pergantian ke transmisi rendah.

9.Setelah transmisi sudah di posisi rendah maka lihatlah kembali ke kanan untuk memastikan tidak ada kendaraan yang ingin melintas, baru setelah itu melanjutkan perjalanan.

10. Dan taati lah peraturan lalu intas yang ada.

Image

 

TIPS PERAWATAN MOTOR

Yang namanya sepeda motor bisa kita katakan sebagai penyambung kaki kita, nah gimana kalo kaki kita rusak and kurang terawat, pasti bakalan repot punya khan???

Sekarang Admin mau bagi sedikit ilmunya niiiyy buat Bro-Sis yang mau merawat sendiri motor kesayangannya, khan yang namanya barang kesayangan kudu harus and wajib dijaga dan dirawat keberadaanya

kita mulai dari hal terkecil dulu

=> BAN

bagian ban cukup penting buat diperhatikan, khan repot kalo lagi dijalan eh ternyata tiba tiba ban gembos atau kempes ato kimpus, so buat merawat ban yang perlu diperhatikan adalah jenis dan kekencangannya disesuaikan dengan medan yang paling sering dilalui, jadi misal jalan yang sering dilalui itu berat penuh lumpur dan lubang maka lebih baik pilih ban jenis rimba yang gripnya gede gede menonjol kaya motor trail, atau kalo medannya berlubak ato banyak batu tapi dana masih kurang untuk beli ban rimba bisa dilakukan dengan cara mengurangi kekencangan ban menjadi 80% saja, sehingga daya pantul ban berkurang sehingga tidak terlalu terasa guncangannya dan tidak mengakibatkan ban menjadi benjol, tapi kalau jalannya mulus mulus saja dan tidak berlubang dan ompong, maka kekencangan ban bisa sampai 85-90% agar ban masih bisa mengembang saat panas.

kemudian biasakan untuk mengganti angin ban setiap 1-2 bulan sekali, dan lebih baik lagi bila angin yang dipakai adalah gas nitrogen agar ban tidak berat dan tidak mudah benjol bila terkena lubang saat berkendara dengan cepat

untuk perjalanan jauh, agar merasa aman dan tidak repot bisa pakai cairan pengisi ban tubeless di dalam ban dalam, sehingga bila ada paku ato apa pun yang membuat ban bocor maka cairan itu akan menutup lubang dan mengeras dengan sendirinya sehingga tidak perlu mendorong sampai tukang tambal ban. namun harus di ingat bila saat mengganti angin posisi pentil ban harus di atas agar cairan ban dari ban tubeless tidak keluar saat kita menggati angin

=>RANTAI

kalau untuk rantai, yang perlu diperhatikan adalah kekencangan dan kekenduran dari rantai itu sendiri, karena bila terlalu kendur maka akan membuat putaran gir belakang tidak sesuai dengan gir depan yang dapat berakibat patahnya mata gir belakang atau lepas rantai dan bila rantai terlalu kencang akan berakibat putaran mesin akan samikin berat yang akan berakibat kendurnya rantai velang (rantai kecil dalam mesin) yang akan berakibat kita harus overhaul untuk menggantinya bila terlalu sering rantai gir terlalu kencang

dan biasakan jangan memakai oli bekas untuk melumasi rantai karena akan membuat rantai menjadi kotor dan akan menghambat putaran rantai

=> REM

untuk rem, yang perlu di perhatikan adalah kepekaman rem dan cara pengereman.

harus di ingat rem depan harus lebih pakem dibanding rem belakang, jadi bila rem depan adalah rem cakram maka rem belakang harus tromol, dan bila rem belakang juga rem cakram maka besarnya cakram rem depan harus lebih besar dibanding rem belakang

untuk pengereman yang aman adalah dengan cara memakai rem depan dulu kalau masih kurang baru di tambah dengan rem belakang, dan agar mesin tidak cepat rusak maka saat melakukan pengereman kopling di mainkan, untuk sepeda motor bebek bisa dengan cara menurunkan perseneling dan untuk motor sport bisa dengan cara memakai kopling tangan dan yang harus di perhatikan jangan menekan pedal rem pada saat sedang jalan, biasanya para cewek suka menginjak rem agar siap katanya, padahal itu kurang baik, benar toleransi selisih pedal rem ada sekitar 2 inci namun itu kadang masih terinjak karena kebiasaan kaki tampa sengaja menginjak pedal rem dan itu akan berakibat putaran mesin menjadi berat dan membuang buang power mesin untuk pengereman yang paling bagus adalah break engine (rem mesin) yaitu dengan cara menurunkan perseneling dan meudian melepas koping berlahan, memang perlu latihan untuk melakukan break engine, dan pemakaian mesin 4 tak dan 2 tak pun berbeda karena tarikan mesin 2 tak lebih besar dari 4 tak yang dapat mengakibatkan putaran mesin naik dengan cepat dan motor akan melompat, kalu kurang hati hati maka salah salah bisa mencium aspal dengan mesranya

=>OLI

untuk oli yang harus diperhatikan adalah spesifikasi oli itu sendiri, sesuai dengan API Services (American Petrolium Institute) suatu lembaga sertifikasi pelumas internasional. kwalitas oli di bagi atas beberapa kode :

Kode API Service dimulai dari SA SB SC SD SE SF SG SH SJ SL dan

yang tertinggi saat ini adalah SM.

SF/SG/SH – untuk jenis mesin kendaraan produksi (1980-1996)

SJ – untuk jenis mesin kendaraan produksi (1996 – 2001)

SL – untuk jenis mesin kendaraan produksi (2001 – 2004)

SM – untuk jenis mesin kendaraan produksi (2005 – keatas)

nah yang paling penting adalah menyesuaikan tahun keluaran mesin dengan oli yang dipakai, atau bisa juga memilih yang kode SM dan yang pasti kudu ganti oli setiap 1000 km atau paling jauh 1200 km untuk toleransi

=>BUSI

busi salah satu organ penting untuk motor, pastikan busi terawat dan bersih setiap bulan agar pembakaran mesin sempurna, bersihkan eletroda dengan amplas halus agar kotoran pada elektroda hilang, pastikan kap busi terpasang dengan rapat pada kabel COIL

bila ingin motor lebih cepat maka api yang dipercikan pun harus lebih besar.

pastikan elektroda busi berjarak sekitar 4-5 mm dengan kepala busi jangan terlalu dekat dan jangan terlalu jauh. dan bila elektrtoda pada busi sudah habis dan dompet masih tipis bisa diakali dengan cara memecah marmer yang ada pada elektroda antara pangkal busi dan kepala busi, kemudian dekatkan kembali kepala busi dengan elektroda agar percikan api sampai pada kepala busi. tapi busi itu jangan terlalu lama dipakai karena harus segera dipakai setelah dompet terisi

=>ACCU or AKI

untuk merawat ACCU, periksa air accu secara berkala misalnya 1 bulan sekali untuk mobil lama, karena air accu yang kurang dapat menyebabkan umur accu tidak bertahan lama, untuk menambah air accu yang berkurang gunakan air accu biasa, jangan menggunakan air zuur, karena air zuur hanya dipergunakan untuk accu baru yang belum dipakai penggunaan air zuur pada accu yang telah dipakai justru akan merusak accu tersebut.

Mungkin sampai disini dulu yang dapat Admin share kepada Bro-Sis smuanya. Semoga akan menjadi bermanfaat, tidak hanya untuk kita tapi juga bermanfaat bagi orang lain.

 

“SELAMAT BERKENDARA & KEEP ALWAYS SAFETY RIDING”

(dari berbagai sumber)

Komentar
  1. […] yvcibc The greatest WordPress.com site in all the land! « TIPS BERKENDARA MOTOR YANG AMAN […]

  2. Ruben mengatakan:

    Manthappp…
    Ajibb…

  3. nh mengatakan:

    Thanks ats info.ny
    sngat brmanfaat😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s