SAFETY RIDING SEBAGAI SEBUAH KEBIASAAN DAN KEBUTUHAN

Posted: Februari 18, 2013 in RIDING TIPS

Kemacetan yang terjadi di kota-kota besar di Indonesia semakin membuat para pengguna jalan raya stress dan kesal. Gimana tidak kesal, di saat kita sedang diburu waktu untuk sampai ke tempat tujuan, jarak tempuh yang harusnya tidak akan memakan waktu terlalu lama jadi bertambah lama karena kondisi jalan raya yang macet. Walau pun pemerintah kota setempat telah berupaya memperlebar dan memperluas jalan yang ada, namun kemacetan masih aja jadi momok yang “menakutkan” bagi para pengguna jalan.

Seiring dengan kemacetan jalan, orang jadi harus “memutar otak” untuk lebih pandai dalam memilih sarana transportasi. Sebagian orang memilih menggunakan transportasi umum (angkot, bis, taksi dsb). Namun kita mengetahui, sarana transportasi publik di Indonesia masih jauh dari kata “memadai”.  Karena kondisi transportasi public yang demikian itu maka orang lebih memilih kendaraan pribadi, sehingga jalan raya jadi semakin macet. Dan untuk menghindari kemacetan, orang pada akhirnya memilih menggunakan sepeda motor.

Saat ini pengguna sepeda motor sangat banyak jumlahnya. Menurut data dari AISI (Asosisasi Industri Sepeda motor Indonesia), pada tahun 2012 lalu jumlah pengguna sepeda motor di Indonesia mencapai lebih dari 7,1 juta. Jumlah tersebut diperoleh dari data penjualan sepeda motor dari semua pabrikan motor yang ada di Indonesia. Angka 7,1 juta itu sebenarnya pun masih jauh dibawah angka penjualan sepeda motor tahun 2011 yang mencapai 8,1 juta unit. Dengan jumlah yang signifikan tersebut, tak heran banyak orang menuding sepeda motor sebagai biang kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Namun Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementrian Perindustrian Indonesia, Budi Darmadi, justru mengatakan bahwa sepeda motor bukanlah penyebab kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Ia mengatakan bahwa sepeda motor menjadi salah satu alternatif dan solusi untuk sarana transportasi ditengah kondisi transportasi public yang belum memadai. Menurut Budi Darmadi, pengguna sepeda motor di Indonesia masih belum seperti di Malaysia. Di Indonesia perbandingan pengguna sepeda motor adalah 1 : 4,5. Jika diasumsikan penduduk Indonesia sebanyak 200 juta, maka perbandingannya adalah 1 unit motor digunakan oleh 4,5 orang. Di Malaysia perbandingannya adalah 1 : 2, sementara di Thailand mencapai 1 : 1.

 

SAFETY RIDING

Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia menjadi penyebab kematian nomor 3 tertinggi setelah HIV-AIDS dan penyakit TBC.  Tercatat 70% kecelakaan jalan raya yang terjadi, melibatkan pengendara sepeda motor. Angka kasus kecelakaan lalu lintas terus meningkat dari tahun ke tahun.

Jumlah Kecelakaan, Koban Mati, Luka Berat, Luka Ringan, dan Kerugian Materi yang Diderita Tahun 1992-2012
           
Tahun Jumlah Kecelakaan Korban Meninggal Luka Berat Luka Ringan Kerugian Materi (Juta Rp)
1992 19,920 9,819 13,363 14,846 15,077
1993 17,323 10,038 11,453 13,037 14,714
1994 17,469 11,004 11,055 12,215 16,544
1995 16,510 10,990 9,952 11,873 17,745
1996 15,291 10,869 8,968 10,374 18,411
1997 17,101 12,308 9,913 12,699 20,848
1998 14,858 11,694 8,878 10,609 26,941
1999*) 12,675 9,917 7,329 9,385 32,755
2000 12,649 9,536 7,100 9,518 36,281
2001 12,791 9,522 6,656 9,181 37,617
2002 12,267 8,762 6,012 8,929 41,030
2003 13,399 9,856 6,142 8,694 45,778
2004 17,732 11,204 8,983 12,084 53,044
2005 91,623 16,115 35,891 51,317 51,556
2006 87,020 15,762 33,282 52,310 81,848
2007 49,553 16,955 20,181 46,827 103,289
2008 59,164 20,188 23,440 55,731 131,207
2009 62,960 19,979 23,469 62,936 136,285
2010 66,488 19,873 26,196 63,809 158,259
2011 109,776 31,195 36,767 108,945 286,099
2012 109.038 25,131 36,710 118,158 222,185
           
           
Sumber : Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia      
*) sejak 1999 tidak termasuk Timor-Timur       

Tidak kurang dari Menteri Perhubungan, E. E. Mangindaan, mengatakan bahwa kecelakaan lalu lintas adalah sebuah epidemi  global yang harus diperangi bersama-sama. Epidemi global yang bernama kecelakaan lalu lintas harus diperangi bersama-sama secara sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, baik di tingkat nasional, regional, maupun lokal, kata Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan dalam acara Hari Peringatan Korban Kecelakaan Jalan Sedunia di Jakarta, tanggal 25 November 2012 lalu.  

Image

Karena itulah sangat penting bagi kita untuk memahami dan menerapkan teknik berkendara yang aman. Disamping kita harus mengetahui aturan-aturan di jalan raya, kita juga harus menghormati antara sesama pengguna jalan raya.

Nah….Agan-agan, Mas Bro & Mba Sist pasti udah sering denger dengan yang namanya “Safety Riding”. Para pengendara, baik motor mau pun mobil, wajib mengetahui, memahami & melakukan “Safety Riding” pada saat berkendara. Sebenernya, apa sih yang dimaksud dengan “Safety Riding” itu? Safety Riding adalah sebuah cara atau teknik berkendara yang aman dan nyaman tidak hanya untuk kita sebagai pengendara tetapi juga untuk orang lain.

Tingginya angka kecelakaan lalu lintas banyak disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan kebiasaan buruk sebagian orang Indonesia terhadap tertib berlalu lintas. Tak jarang kebanyakan dari kita selalu berkata: “Ah deket aja kok…ga usah pake helm”…tapi kita tidak tahu apa yang akan terjadi dalam jarak yang dekat tadi…di jalan raya segalanya bisa terjadi dalam hitungan detik, lengah berarti celaka. Untuk itu, kita harus mencegah agar kita tidak celaka di jalan, paling tidak adalah meminimalisir dan preventif.

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam Safety Riding, yaitu:  

  • Sebelum melakukan perjalanan, cek terlebih dahulu kondisi kendaraan yang akan dipakai. Bagian-bagian yang mesti dilakukan pengecekan yaitu: bensin, oli, rantai, angin ban, lampu, baterai / aki, baut mur, kaca spion, kopling dan rem. Lakukan pengecekan rutin/berkala di bengkel untuk menjaga kondisi prima kendaraan anda.
  • Pastikan surat-surat berkendara seperti SIM, STNK, selalu dibawa sebagai bukti bahwa kendaraan yang dipakai legal.
  • Gunakan helm standar SNI, helm bisa full face atau half face. Usahakan helm menutupi bagian kening dan kepala belakang (otak kecil) dengan penuh.
  • Gunakan sarung tangan yang mudah menyerap keringat serta tidak licin saat memegang handle motor, lebih baik lagi bila dilengkapi bahan keras dibagian depan tangan
  • Pakai jaket yang mampu melindungi seluruh bagian tubuh baik dari terpaan angin maupun saat terjadi benturan baik kecil maupun besar, bila perlu pakai rompi khusus. Pertimbangkan juga sirkulasi udara dan ventilasi yang baik agar jaket nyaman digunakan.
  • Jika berkendara dalam keadaan gelap (malam hari), sangat disarankan menggunakan jaket/rompi dengan warna fluorecent.
  • Gunakan jas hujan yang terpisah (atasan & celana) dengan bahan yang tidak gampang sobek dan tidak tembus air.
  • Pakai sepatu yang nyaman serta aman bagi seluruh lapisan kaki. Minimal menutupi daerah mata kaki. Jangan biasakan menggunakan sandal saat berkendara.
  • Dengan mentaati rambu-rambu dan lampu pengatur lalu-lintas. Menjaga etika dan kewaspadaan saat berkendara.
  • Saat berkendara motor dengan jarak jauh, istirahat yang cukup setelah berkendara selama 3 jam. Lakukan stretching (peregangan) otot tubuh anda pada saat istirahat.
  • Dan yang paling penting adalah membiasakan diri sendiri menerapkan prosedur standar keamanan dan keselamatan berkendara di jalan raya. Patuhilah rambu-rambu lalu lintas dan marka-marka jalan. Hal ini dibutuhkan untuk mengurangi angka kecelakaan.
  • Image

Demikian untuk sementara ini yang bisa Bro Mimin Admin share ke agan-agan, mas bro-mba sist smuanya. Semoga bisa bermanfaat. Ingatlah, utamakan keselamatan diri kita sendiri dan orang lain saat berkendara di jalan raya.

 

“HAVE A NICE RIDE

&

ALWAYS KEEP SAFETY RIDING, BRO…”Image

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s