PRINSIP DASAR, TEKNIK DAN TIPS MENGAWAL KONVOI/BERKENDARA ROMBONGAN

Posted: Juli 19, 2013 in ALL INFORMATION, RIDING TIPS

Oleh: Arnold Dharmawan, SH (anggota SRO-Tim Medis YVCI Batam Chapter, YVCI BC 003)

PRINSIP DASAR

Menjadi anggota sebuah klub/komunitas motor atau kata kerennya bikers pastinya udah lumrah dalam satu kesempatan akan berkendaraan beriringan atau berombongan atau konvoi, entah itu konvoi dalam kota ataupun konvoi keluar kota alias touring. Tentunya konvoi itu akan menggunakan (memakan) jalur milik pengguna jalan yang lain. Untuk itu berkendaraan konvoi harus dikawal oleh sebuah tim pemandu konvoi, kalau di Kepolisian ada unit Patroli Kawal (Patwal) yang bertugas untuk mengawal dan memandu perjalanan rombongan/konvoi dari titik keberangkatan hingga ke tujuan. Dalam klub/komunitas bikers pun sangat disarankan ada tim Patwal seperti halnya di Kepolisian. Walaupun tugasnya sama dengan Patwal Kepolisian, tapi tetap tim tersebut BUKANLAH Polisi sungguhan, dengan kata lain tidak bisa semena-mena dan gagah-gagahan dengan pengguna jalan lain saat sedang mengawal konvoi.

TEKNIK DASAR DAN TIPS MENGAWAL KONVOI
Kalau kita sering melihat satu tim pemandu-pengawal konvoi bikers, sekilas akan terlihat keren dan gagah karena (mungkin) dilihat dari pakaiannya dan seragamnya. Tapi kalau kita gali lebih dalam lagi tentang tugas dan fungsi hingga tanggung jawab dari sebuah tim pemandu-pengawal konvoi tersebut, mungkin kita akan geleng-geleng kepala dan bisa jadi tidak mau dipilih jadi anggota tim tersebut.

Dalam organ YVCI BC dibentuk sebuah tim Patwal konvoi yang diberi nama Tim SRO (Safety Riding Officer). Disebut Tim SRO dikarenakan fungsi utama tim ini adalah untuk memberikan pemahaman cara berkendara yang aman kepada seluruh anggota YVCI BC dan bukan untuk gagah-gagahan atau bergaya bak Polisi saat sedang bertugas mengawal. Tim ini dipilih dari anggota YVCI BC yang paham akan tata tertib lalu lintas, mengerti rambu-rambu dan marka jalan dan memiliki skill berkendara motor yang baik. Yang tidak dilupakan adalah anggota Tim SRO ini harus memiliki tingkat emosional yang stabil agar tidak terpancing atau terprovokasi oleh cara berkendara orang lain saat sedang mengawal konvoi.

Tim SRO itu sendiri dibagi menjadi beberapa seksi sesuai dengan tugasnya, yaitu: Road Captain (Pimpinan Rombongan), Voorijder (Pembuka Jalan), Blocker, Sweeper, Medical (Tim Medis) dan Technical (Tim Teknis). Tim SRO ini berada dibawah koordinasi dari Seksi Komisi Disiplin dan Tata Tertib YVCI BC. Dalam setiap tugasnya, Tim SRO wajib melakukan survey jalur yang akan dilalui oleh rombongan nantinya seperti: mencatat setiap detail jalan, menentukan titik keberangkatan, titik istirahat, titik pengisian bahan bakar, dan lain-lain. Sebelum waktu keberangkatan, Tim SRO wajib memberikan pengarahan kepada seluruh peserta rombongan/konvoi dalam briefing agar semua peserta konvoi dapat memahami dan memenuhi syarat untuk berkendaraan konvoi. Tim SRO juga dapat mencegah peserta konvoi untuk ikut serta dengan alasan tidak memenuhi persyaratan dasar berkendaraan, misalnya: tidak punya SIM/STNK, kendaraan di nilai tidak safety, kondisi fisik/kesehatan pengendara, dan lain-lain.

Berikut ini persyaratan dasar yang wajib dipenuhi oleh peserta konvoi menurut penilaian Tim SRO YVCI BC:
1. Memiliki surat-surat berkendara yang lengkap (SIM/STNK)
2. Peralatan standar kendaraan berfungsi dengan baik (kaca spion, lampu, rem dll)
3. Ban tidak boleh berukuran dibawah standar (tipis atau kecil)
4. Kondisi kesehatan fisik pengendara harus baik
5. Menggunakan perlengkapan keselamatan berkendaraan (helm wajib full face standar SNI, jaket tebal, sepatu minimal menutup hingga mata kaki, sarung tangan tebal, body protector)
6. Kondisi kendaraan laik jalan ( sangat disarankan untuk servis di bengkel sebelum keberangkatan)
CATATAN: poin nomor 5 diatas wajib dipenuhi dalam hal berkendaraan jarak jauh/ke luar kota (touring jarak jauh/ke luar kota). Untuk konvoi dalam kota minimal memakai helm standar SNI (boleh half face), jaket tebal, sepatu dan sarung tangan.
Untuk anggota Tim SRO disarankan menggunakan baju rompi warna terang sebagai penanda agar berbeda dengan peserta konvoi lain. Berikut ini beberapa gambar contoh kode/isyarat yang lazim digunakan saat konvoi oleh Tim SRO:

kode SRO 3

Tim SRO juga harus memberitahu kepada seluruh peserta konvoi tentang kode-kode atau isyarat yang akan digunakan saat konvoi.

TIPS MENGAWAL KONVOI
Sebagai anggota Tim SRO kita bukan berarti kita boleh bertindak/berlagak seperti Polisi. Ingat bro-sis, kita tetap warga sipil alias masyarakat umum pengguna jalan raya. Tindakan dan sikap seorang SRO saat bertugas mengawal konvoi tidak boleh semena-mena pada pengguna jalan lain. Harus tetap menghormati dan sopan kepada pengguna jalan lainnya. Anggota Tim SRO juga disarankan memiliki kepribadian emosional yang stabil dan kepemimpinan yang baik agar dapat dengan benar menjalankan tugasnya sebagai Tim SRO.

SRO

Sebelum berkonvoi di jalan raya, sangat disarankan untuk membuat surat ijin kepada pihak Kepolisian setempat. Tujuannya agar pihak Kepolisian mengetahui jumlah peserta dan berkoordinasi dengan pihak penanggungjawab konvoi. Jika diperlukan, penanggungjawab konvoi bisa meminta bantuan pengawalan dari pihak Kepolisian agar perjalanan konvoi dapat dilakukan dengan lebih aman.

Berikut beberapa sikap yang harus dimiliki oleh anggota Tim SRO YVCI BC:

1. Sopan dan santun terhadap pengguna jalan lain
2. Menghargai dan menghormati pengguna jalan lain
3. Kepribadian yang baik serta mampu mengendalikan emosional
4. Bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya
5. Sigap, tanggap dan tegas dalam menjalankan tugasnya
6. Memahami tata tertib berlalu lintas
7. Mengetahui rambu-rambu dan marka jalan
8. Memiliki riding skill yang baik
9. Mengenal kondisi dan situasi jalan/trek yang akan dilalui
10. Paham penanganan masalah gangguan teknis ringan pada motor
11. Paham penanganan P3K

Harus selalu diingat oleh setiap anggota Tim SRO bahwa menjadi anggota Tim SRO bukanlah untuk sekedar gagah-gagahan. Menjadi anggota Tim SRO memiliki beban tanggung jawab karena dia akan memimpin rombongan/konvoi untuk memastikan konvoi dapat berjalan dengan lancar dan selamat sampai di tujuan. Anggota Tim SRO juga wajib mengikuti semua prosedur pengawalan konvoi yang sudah dipandu oleh pihak Kepolisian, jika salah menjalankan prosedur bisa-bisa berantakan konvoi yang di pandu atau lebih buruknya bisa jadi peserta konvoi justru mengalami kecelakaan.

Nah, gimana bro-sis? Berat kan tugas, fungsi dan tanggung jawab sebagai Tim SRO? Kalo udah tau begini susahnya, saya jamin ga bakal ada yang menanggap Tim SRO itu Cuma buat gaya keren-kerenan doang.

Salam Diamonds,
Arnold Dharmawan, SH
YVCI BC 003
Anggota Tim SRO-Medical YVCI BC

Komentar
  1. Satria 033 mengatakan:

    Sebuah tulisan dan sharing yang sangat bermanfaat..

  2. jmcjkt mengatakan:

    Mantab ulasannya bro,ijin nyimak n kalo boleh iijn copas yah.sangat berguna utuk kami community yg msh bau kencur.

  3. eer1win mengatakan:

    Jangan lupa
    Memiliki kaki kuat untuk menendang pengguna jalan lain yang bandel tak mau minggir. Terutama pengguna sepedamotor tg melanggar lalulintas dengan bertiga membawa bayi…
    Jagoan dan berbadan besar serta tak takut dengan tantangan jangankan poilisi cere yg digebuk geng moge di braga bandung, atau bapak2 taik dipuncak yg nyeempet spion moge mahal hingga kami gebuki agar respek terhadap pemiliik jalan yaitu rombongsn moge. Bahkan gubernur bali dan ambulan p un wajib digebrak kalau rombongan lewat tak mau minggir. Apalagi jika kami sedang touring bersama jendral polisi

    • yvcibc mengatakan:

      eer1win: Maksud anda apa komennya seperti gitu? dari komentar anda sepertinya anda membenci dengan rombongan klub motor yang sedang turing. Bgitu kan?
      For your information ya…untuk berjalan rombongan itu udah ada aturannya, silakan anda liat di UULAJ, disitu jelas ada aturan utk berjalan rombongan (konvoi).
      Kalo pun ada rombongan motor2 yang melakukan seperti yg anda komen disini itu hanya oknum alias sebagian aja. Anda ga bisa mengeneralisir smua klub motor kaya yg anda komentarkan. Anda komen seakan2 klub motor kami melakukan kaya gitu? Justru banyak member klub motor kami pernah ditabrak hingga luka berat atau bahkan tewas gara2 ditabrak pengguna jalan lain.

      Belajar komen yang sopan disini bro…jangan asal komen aja anda….

      Paham ya maksud saya?

      Arnold BC-003
      Divisi Advokasi & Legal
      Pengurus Nasional YVC Indonesia

  4. Armand 009 mengatakan:

    eer 1win : Terima kasih telah mampir di Blog kami, kami pernah melihat rombongan konvoi motor seperti yang anda maksudkan, yang menurut kami itu adalah oknum, kami juga melihat hal-hal seperti itu dan kami sangat tidak setuju dengan perilaku seperti itu. Namun kami menyesalkan jika anda menilai semua komunitas/ klub motor seperti itu semua, Tidak. kami tidak seperti itu dan kami selalu mewanti wanti ataupun memberikan arahan kepada anggota kami untuk bertindak sopan dan santun di jalan raya, dan perlu anda ketahui kami adalah salah satu mitra dari Polantas, yang memberikan penyuluhan ke masyarakat terkait berlalu lintas.

    Arman YVCI BC 009
    Ketua Chapter 2014-2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s